Mendambakan Kerukunan Godzila, Buaya dan Cicak
Godzila, Buaya dan Cicak di negara ini sedang naik pamornya. Nama tiga binatang ini menghiasai berbagai media massa. Tapi Godzila, Buaya dan Cicak bukanlah binatang sebenarnya. mereka hanya dijadikan perumpamaan oleh para penegak hukum di negara ini.
Godzila merasa paling besar dan benar. Buaya merasa paling kuat dan berpengaruh. Cicak walaupun kecil juga tidak mau kalah. Sungguh ironis, para penegak hukum yang seharusnya saling membantu dan bekerjasama dalam penegakan hukum seakan saling selap dan selip. Mereka merasa paling benar. Mereka merasa paling berjasa bagi negara. Mereka merasa paling pantas untuk menangani kasus-kasus hukum, padahal sudah ada aturan yang jelas yang mengaturnya.
Sebagai para penegak hukum mereka seharusnya mau intropeksi diri dan tidak boleh saling menyalahkan. Tentunya dalam suatu lembaga tidak mungkin semuanya baik, pasti ada yang melakukan kesalahan walaupun kecil. Ibarat warna putih pasti kadang ada satu titik hitam. Mereka harus kembali kepada tugas dasar dibentuknya lembaga masing-masing. Dan apabila dalam lembaga tersebut ada anggota yang melakukan kesalahan, maka dia harus diproses sesuai hukum. Hal ini tentunya bukan untuk melemahkan tetapi akan menambah kredibelitas lembaga tersebut. Karena hukum diperlakukan sama terhadap setiap warga negara.
Dengan adanya saling intropeksi dari para penegak hukum, diharapkan akan menimbulkan kekompakan para penegak hukum baik itu Kejaksaan, Polri ataupun KPK. Sehingga mereka akan saling membantu dalam menjalankan tugasnya masing masing dan juga menjadi lembaga penegak hukum yang dipercaya dan disegani masyarakat karena menjalankan tugasnya dengan baik. SEMOGA
September 21st, 2009 at 13:26
salam hangat dan persaudaraan dari KomBlog KalSel http://kayuhbaimbai.org)
saya butuh bantuan untuk dapat no contact person ketua komunitas/adminnya untuk saya bikin list Blogger Se-indonesia, mohon bantuannya teman. sms saya di 085251534313/0511-7718393
salam
chandra